Angsle
Adalah minuman khas dari Jawa Timur yang menyerupai kolak. Tetapi kuahnya pakai gula pasir, bukan gula merah. Isian angsle biasanya adalah muntioro, kacang hijau, ketan putih dan juga roti tawar.
Cocok diminum di malam hari, terutama pas lagi hujan. Wedang angsle diminum sebagai penghangat badan. Meski demikian, dengan adanya perkembangan jaman dan selera. Angsle diminum dingin seperti dengan es batu/setelah dimasukkan freezer enak juga. Tapi, ya kembali lagi ke selera sih... Hehehe
Bicara tentang angsle. Saya jadi ingat pada seorang anak dulu (kisaran 2014/2015an). Mengingatkan saya pada anak penjual angsle yang anaknya dulu minta diajari ngaji. Namun, sayangnya hanya berjalan 2 bulanan saja. Bukan karena tidak cocok atau bagaimana. Tapi, karena beliaunya pengen memasukkan anaknya ke pondok pesantren. Sehingga, kajian yang rutin dilaksanakan itu harus terhenti. Semoga ananda kini menjadi pemuda yang sholih. Aamiin
Oh iya. Sebagai tambahan informasi. Di Pasar Kabuh ada penjual angsle juga loh. Di selatan lampu merah, barat jalan. Biasanya sudah berjualan sejak sore hari sampe malam (sampe habis kayaknya). Harganya cukup murah, 5K saja. Enak, murah dan wareg. Alhamdulillah...
Demikian sekilas cerita tentang angsle. Minuman kesukaan kakeknya anak-anak. 🙂 []


Posting Komentar
0 Komentar